Jumat, 03 Januari 2014

Berserahlah, Ia Akan Menolongmu



Bacaan : Markus 6 : 45-52
Nyanyian : KJ 409
Nats : “Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah” (ayat 51-a)
Seorang anak kecil berusia 11 tahun tergolek lemah di atas brankar. Ia hanya bisa pasrah ketika dokter mengatakan bahwa saat itu juga ia harus dioperasi karena sakit usus buntu yang dideritanya. Apabila tidak dioperasi penyakit itu akan dapat mengakibatkan kematiannya. Rasa cemas, serta rasa sakit yang amat sangat dan ditambah tangisan ibunya membuatnya semakin tak berdaya. Ibunya tak henti-henti menangis dan memintanya agar terus berdoa supaya Tuhan memberinya mujizat. Hal ini bisa dimaklumi karena sang ayah pada saat itu sedang bertugas di luar pulau, di sebuah tempat yang saat itu sedang dilanda pemberontakan bersenjata. Kegalauan telah  mendorong anak tersebut untuk berdoa dengan sungguh-sungguh memohon pertolongan-Nya. Mujizatpun terjadi, setelah dilakukan pemeriksaan ulang, dokter memutuskan bahwa operasi harus dibatalkan.
Seringkali kita juga dihimpit oleh berbagai permasalahan atau prahara hidup yang seolah-olah siap menelan dan menenggelamkan kita. Begitu menakutkan dan mengerikan sehingga membuat kita betul-betul tak berdaya dan pasrah. Mungkin hal itu juga yang dialami para murid ketika perahu mereka dihantam oleh angin sakal (ayat  48). Lemas sudah rasanya… Apa mau dikata, mungkin sudah waktunya perahu itu akan tenggelam.
Di tengah pergumulan antara hidup dan mati, Yesus datang dan naik ke perahu itu dan redalah prahara itu seketika. Pertolongan Tuhan dirasakan begitu nyata oleh para murid, demikian juga bagi anak dan ibu pada cerita di atas. Apakah anda sedang mengalami prahara dalam hidup anda? Atau apakah anda mengetahui adanya orang lain yang sedang mengalami prahara dalam hidupnya? Apa yang seharusnya dilakukan? Berserah pada-Nya, biarkan Dia masuk dalam perahu hidupmu/nya dan meredakan prahara itu. Karya keselamatan-Nya sungguh-sungguh nyata dalam kehidupan insan yang berserah dan senantiasa mengandalkan Dia dalam hidupnya. Amin. [DK]
Pertolongan-Nya tepat pada waktunya. Kuatkanlah hatimu! Pasrahkan pergumulan dan prahara hidupmu ke dalam kuasa-Nya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar