Senin, 27 Januari 2014

Pengusir Kegelapan



Bacaan : Markus 3 : 22 – 30
Nyanyian : KJ 422
Nats : “…bagaimana iblis dapat mengusir iblis?” [ayat 23]
Beberapa tahun lalu, kita dapati tayangan televisi yang menampilkan perburuan hantu. Dalam tayangan itu di tampilkan para pelaku yang memiliki ilmu spritualitas, berbusana putih “berperang” melawan hantu. Rumah-rumah atau tempat-tempat yang dianggap sarang hantu, mereka datangi. Lalu mereka melakukan upaya pembersihan, agar hantu-hantu itu tidak mengganggu kehidupan manusia.
Tentu yang sering kita dengar adalah hanya orang-orang yang memiliki spirtualitas tinggilah yang dapat mengusir hantu. Tidak pernah ada cerita orang biasa, dengan tingkat spiritualitas biasa yang dapat mengusir hantu. Apalagi cerita tentang orang yang tidak mempunyai spiritualitas. Dengan kata lain hanya orang tertentu yang memiliki kuasa untuk mengusir setan.
Yesus dengan tegas mengatakan, “bagaimana iblis dapat mengusir iblis?” Ini terjadi ketika Yesus merasa kekuasaan-Nya diragukan, bahkan keberadaan-Nya dianggap tidak waras. Ada pula yang beranggapan Yesus menaklukan Iblis dengan kuasa Beelzebul yang dianggap sebagai “Pangeran Setan”.  Tentu hal ini tidaklah benar. Yesus berusaha memberikan pemahaman yang benar, bahwa bagaimana mungkin kegelapan dapat mengalahkan kegelapan?
Kita semua tahu, bahwa hanya cahaya yang dapat mengusir kegelapan. Walaupun cahaya itu hanya berasal dari sebatang lilin, tapi cukuplah untuk mengusir kegelapan. Yesus adalah Cahaya yang mengusir kegelapan. Terang yang dibawa-Nya adalah terang Illahi yang berkuasa mengusir kegelapan yang ada di dalam hati setiap umat manusia. Terang itu memampukan kita untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Hanya Yesuslah yang dapat menjadi terang sejati di dalam kehidupan kita. Setiap orang yang hidup dekat dengan-Nya tidak akan pernah mendapati dirinya hidup di dalam kegelapan. Terang dan cahaya Yesus itu terus bersinar dapat dirasakan oleh siapa saja. Sebagai pengikut-Nya, kita pun diharapkan untuk memancarkan kasih Kristus kepada setiap orang.  Dan itu bisa kita lakukan lewat perbuatan, perkataan dan sikap hidup kekristenan kita. [Oka]
“Yesus adalah terang sejati, yang menjadi lentera kehidupan umat manusia”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar