Senin, 09 April 2012

Kebenaran Tidak Bernilai Rupiah


Bacaan : Matius 28:8-15
Nats       : “Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu.” (ayat 12)
KJ            : 393:1
Ada seorang mahasiswa, melalui temannya yang saya kenal baik, meminta saya untuk mengerjakan skripsinya dengan imbalan uang. Dan saya menolaknya dengan tegas. Dalam kehidupan nyata orang-orang bisa memperjual-belikan kebenaran.
Ketika para tentara penjaga kubur Tuhan Yesus mengetahui bahwa Tuhan Yesus telah bangkit, para imam kepala membungkam mereka dengan sejumlah uang supaya berbohong bahwa Tuhan Yesus bangkit dari kematian dan meminta mereka mengatakan bahwa jenazahNya dicuri oleh para muridNya. Jika mereka disalahkan atas hilangnya jenazah itu, para imam kepala akan berbicara dengan atasan mereka. Di sini terjadi mekanisme kebohongan yang melibatkan banyak orang: bawahan dan atasan. Jadi jual-beli kebenaran itu tidak hanya dilakukan oleh orang-orang besar yang berkuasa saja tetapi juga melibatkan orang-orang kecil di bawahnya.
Hal kebohongan seperti ini bisa terjadi pada diri kita dengan iming-iming sejumlah uang atau materi. Uang bisa membuat kita untuk lepas kontrol dari ajaran Tuhan.
Kebenaran Allah telah ada dan akan tetaap ada dalam hati kita jika kita taat dan setia.  Semua tergantung pada kita, apakah kita akan tetap menjaga kebenaran itu atau malah menjualnya demi sejumlah uang. Kesulitan keuangan dan keinginan untuk memiliki lebih mudah jadi alasan, demi uang, melakukan kebohongan-kebohongan yang dianggap sebagai sebuah kebohongan kecil saja. Tetapi tidak tahukah bahwa Tuhan sudah menyediakan berlimpah-limpah berkat bagi umat-Nya yang setia jauh melebihi sejumlah uang yang akan kita dapatkan dari hasil menjual kebenaran?! Tetaplah berjalan lurus, meskipun kelihatannya kehidupan kita kekurangan. Tuhan akan menguatkan kita dan melepaskan kita dari pencobaan itu. Sehingga kita akhirnya bisa menikmati berkat-berkat yang telah Dia janjikan. [Gih]
“Kebenaran tidak tunduk kepada uang dan kekuasaan.”
Sumber Tulisan: gkjw.web.id
Sumber Gambar: 3.bp.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar