Senin, 25 November 2013

Binasa Karena Bersandar Harta Kekayaan



Bacaan :  Wahyu 18 : 15 – 24
Pujian : KJ 161
Nats : Dan mereka menghamburkan debu ke atas
kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: “Celaka, celaka, kota besar, yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa. Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu.” [ayat 19-20]

Setiap orang pasti menginginkan yang namanya harta kekayaan. Tetapi celakalah orang yang bersandar pada harta kekayaan. Harusnya kita lebih bersandar pada yang memberikan harta kekayaan, yaitu Tuhan sang pemilik harta kekayaan, karena jagad raya dengan segala isinya adalah milik kepunyaanNya.
Dikisahkan waktu kejayaan kekaisaran Romawi, harta yang dimiliki adalah 9/10 dari seluruh kekayaan Bumi. Jadi kekayaan seluruh Bumi ini hanya 10%,  selebihnya ada di kekaisaran Romawi. Bahkan di kisah yang lain salah satu istri kaisar kalau ia pergi ke pesta perhiasan yang menempel di tubuhnya senilai Rp. 2 milar. (kalau ingin tahu selengkapnya bisa baca buku “Menyingkap janji Tuhan” Pdt. Eka Darma Putra) Begitu luar biasanya kekayaan kekaisaran Romawi ini, sehingga harta benda menjadi sesuatu yang menjadi tujuan hidup, sampai-sampai ada pejabat yang bunuh diri karena merasa sisa uangnya terlalu sedikit, padahal uangnya masih Rp. 300 juta. Dengan kuasa Tuhan kekaisaran Romawi akhirnya jatuh dan tidak bisa bangkit kembali.

Kita semua bisa memetik pelajaran berharga dari apa yang di timpakan Tuhan atas kekaisaran Romawi. Marilah kita jadi orang yang tidak menyandarkan hidup pada harta kekayaan. Tetapi mari kita giat memuliakan Tuhan, melayani Tuhan bagi kesejahteraan umat ciptaanNya. Seberapapun banyaknya harta kekayaan kita, Tuhan bisa melenyapkan semuanya dalam sekejap mata, kecuali harta kekayaan itu kita gunakan sebagai alat untuk kemuliaan nama Tuhan. [HB]
Harta benda, keluarga, apa saja yang anda miliki sesungguhnya hanyalah amanat dari Allah …. Demikian anda berhasil mengubah keterikatan menjadi ibadah, ibadah itu yang meningkatkan kesadaran anda. [Sathya Sai]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar