Kamis, 21 November 2013

Jangan Panik !

Bacaan : Wahyu 16 : 12 – 21
Nyanyian : KJ 395
Nats : “Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.” [ayat 15]

Ada seorang sopir yang belum mahir menabrak sebuah bangunan karena panik melihat sebuah sepeda motor tiba-tiba muncul di depannya. Karena itu orang yang gampang panik dianjurkan untuk tidak menyetir mobil.
Panik adalah perasaan terburu-buru. Karena merasa terburu-buru, maka berpikir sangat pendek dan kemudian seketika mengambil tindakan. Orang yang gampang panik (“gugup”) dapat dengan cepat mengambil tindakan dalam keadaan darurat. Sedangkan orang yang terlalu tenang, lawannya panik, bisa terlambat mengambil tindakan dalam keadaan darurat. Namun demikian, tindakan yang diambil karena panik mudah salah atau kurang tepat, bahkan bisa celaka, karena tidak dipikir dengan cukup.
Kedatangan Tuhan yang kedua kali ditandai dengan terjadinya keadaan darurat: gempa bumi dahsyat, hujan es besar, lenyapnya pulau dan gunung-gunung, dsb. Keadaan ini bisa membuat orang beriman menjadi panik. Sehingga, dalam menerapkan imannya tidak berpikir cukup, cepat, spontan, grusa-grusu dan emosional. Penerapan iman yang demikian ini mudah keliru, kurang tepat (kontekstual), bahkan bisa celaka.
Karena itu disebutkan dalam nats kita hari ini: Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya. Orang yang berjaga-jaga mengambil sikap waspada terhadap segala sesuatu. Yang berbahagia adalah dia yang memperhatikan pakaiannya. Artinya memperhatikan atau memikirkan sikapnya dan tindakan apa yang harus diambil. Jadi bukan sekedar memperhatikan apa yang sedang terjadi.
Mari kita belajar dan latihan untuk tidak gampang panik, tetapi juga tidak terlalu santai, tidak menganggap remeh suatu keadaan.  Mari kita selalu memperhatikan sikap dan tindakan yang harus kita ambil, serta selalu waspada. Berbahagialah kita! [ST]
“Jangan panik menerapkan imanmu!”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar