Jumat, 17 Agustus 2012

Mengemban Kewajiban


Bacaan : Matius 22:15-21.
Pujian: KJ 336:1
Untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab pada anak saya di dalam kehidupan keluarga, saya memberikan beberapa peranan kepadanya. Salah satunya adalah mengisi setiap botol kosong yang ada di dalam lemari es. Kewajiban ini sebenarnya mudah dan biasa saja, namun demikian anak saya sering lupa melaksanakannya. Padahal kewajiban ini membuat dia mampu belajar akan arti sebuah tanggung jawab.
Kita semua memiliki kewajiban masing-masing sesuai peran yang sedang kita emban saat ini. Baik peran kita di dalam keluarga, jemaat, masyarakat maupun bangsa dan negara. Sebagai bagian dari keluarga tentu kewajiban yang kita lakukan akan penting bagi semua anggota keluarga kita. Artinya, manakala kewajiban itu gagal kita lakukan dengan baik tentu akan berdampak pada anggota keluarga kita yang lain. Bisa jadi itu akan merugikan anggota keluarga kita yang lain.
Kalau di lingkup yang lebih kecil saja akan berpengaruh sedemikian besar, apalagi bila sebuah kewajiban tidak dilaksanakan dalam lingkup yang lebih besar. Misalnya di dalam lingkup negara. Tentu akan menimbulkan kekacauan dan ketidaktertiban masyarakat. Dalam skala yang besar, apa yang menjadi tujuan bernegara bisa tidak tercapai gara-gara tidak terlaksananya sebuah kewajiban.
Kristus dengan tegas mengajarkan kepada kita untuk setia dan taat pada apa yang menjadi kewajiban kita, terutama kewajiban kepada negara. Kewajiban memberikan yang terbaik bagi negara adalah penting karena dengan demikian kita dapat menjadi teladan tentang bagian dari masyarakat yang baik dan bertanggung jawab kepada negara. Yang tak kalah penting adalah, melakukan semua kewajiban tersebut dengan ketulusan. Karena dengan cara itulah kita akan mampu menunjukkan jati diri Kekristenan kita [Oka]
“Setia mengemban kewajiban adalah ciri orang Kristen yang bertanggung jawab.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar