Kamis, 23 Agustus 2012

Undangan


Bacaan : Matius 22: 1-14.
Pujian:  KJ 332

Nats: “… banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih (ayat 14)
“Kutunggu kehadiranmu!“ adalah kalimat penutup dari undangan Ulang Tahun yang ditujukan kepada Niel, anak saya. Tentu di usianya yang kedua, dia belum bisa memahami apa arti undangan itu. Saya menjelaskan bahwa salah seorang teman play group-nya akan merayakan ulang tahun. Segera setelah saya menyebutkan kata “Ulang Tahun” ia langsung bertepuk tangan dan bernyanyi, “dei…u yuuu…dei u yuuu…!” (bahasanya untuk bernyanyi Happy Birthday to you).
Respon terhadap undangan itu pasti berbeda-beda. Tidak setiap anak yang diundang bisa hadir di acara tersebut. Entah karena orang tuanya sibuk, anak yang sakit atau berbagai alasan lain. Tapi, semua anak yang hadir dalam pesta Ulang Tahun itu pasti bersiap-siap. Memakai baju yang terbaik dan membawa kado!
Sebenarnya, kita pun mendapatkan undangan yang sama dari Allah untuk menghadiri perjamuan makanNya. Namun, tentu saja kita bisa merespon undangan itu dengan cara yang berbeda. Ada yang dengan senang hati mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk datang ke perjamuan Allah, namun ada pula yang mengabaikan undanganNya (ay. 5). Ternyata ada pula yang memaksakan diri datang, namun tidak mempersiapkan dirinya dengan baik. Bagi orang yang tidak mempersiapka diri itu diberikanlah hukuman yang mengerikan (ay. 11- 13).
“Kutunggu kehadiranmu!” kira-kira adalah kalimat yang juga diucapkan Tuhan kepada setiap kita. Namun, kitalah yang harus merespon, apakah kita para undangan yang layak menghadiri pestaNya atau kita hanya para tamu yang malah membuatNya menjatuhkan hukuman? Mari bersiap-siap, berdandan hati seindah mungkin dan memakai baju pikiran pesta terbaik untuk menghadiri undanganNya agar kita tak hanya dipanggil, tapi juga dipilih. Karena “…banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.” You’re invited!! [Rhe]
“Orang yang terpilih adalah orang yang istimewa”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar