Rabu, 01 Agustus 2012

Mengendalikan Situasi


Bacaan : Yeremia 15:10 – 16:21.
Pujian: KJ 292: 1
Kadangkala pada suatu waktu pikiran kita menerawang jauh ke masa lalu. Ada peristiwa yang menyedihkan. Namun juga ada kenangan tentang keindahan hidup masa lalu. Kemudian kita berandai-andai seumpama keadaan indah itu terulang lagi. Pikiran ini muncul bisa dipicu bila kita ada dalam suasana hati yang sedang kalut. Kita mudah terbuai dengan kenangan indah dan ingin terulang kembali. Nah, pertanyaannya, jika kita mampu membawa masa lalu ke masa kini, apa yang akan kita kerjakan? Akan dikembalikan kepada keadaan yang bagaimanakah  masa lalu itu dalam keadaan masa kini? Apakah kita mampu menggunakan masa lalu agar membawa semangat? Ataukah malah sekedar mengenang untuk bernostalgia semata? Kita memang bisa belajar dari kegagalan masa lalu dan kemudian merancang masa depan yang lebih baik.
Selaku orang Kristen, dengan berpedoman pada Alkitab, kita akan menemukan banyak pelajaran kehidupan yang ideal dan indah untuk dilakukan. Meski demikian idealisme yang ada di Alkitab itupun tetap memerlukan penafsiran secara kontekstual. Masa lalu sebaiknya menjadi bayangan dan idea, namun tidak dimutlakkan secara literer karena situasi telah berubah. Melalui pembacaan Alkitab dan pemaknaan secara bersama-sama akan ada peluang agar idea kehidupan yang ideal itu bisa menjadi milik bersama. Oleh karena itu perlu pengenalan cita-cita dan kehendak yang dimiliki dan dibangun bersama. Selain ada rasa saling menghargai sekaligus juga rasa menjaga kebersamaan.
Dalam perkembangan dunia masa kini, pengikut Allah perlu mencari hal yang lebih kontekstual untuk masa kini dan masa depan. Tetap ada saling mengingatkan bila ada ketidak sesuaian dengan harapan semula. Perlu perjuangan yang dilakukan oleh komunitas untuk mencari kehendak bersama dan memikirkan pengaruh kegembiraan yang ditimbulkan bagi semua. Perlu ada komitmen total. Dengan mengaku kepada Allah tentang keberadaan, sebagaimana Yeremia, maka upaya meneliti diri agar tetap bisa menjadi penyampai kabar dari Allah kepada dunia akan semakin disempurnakan. Melalui kedekatan tentang idea yang benar maka manusia akan kembali sebagai pribadi yang setia kepada panggilan Allah. Semoga kita semua bisa menjadi bagian penggerak kesadaran tentang idea hidup yang benar di tengah kehidupan bangsa yang seperti ini saat ini. [WK]
Menggapai yang ideal perlu kebersamaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar