Minggu, 09 November 2014

Peranan Wanita


Bacaan : Amsal 31 : 10 – 31  |   Nyanyian : KJ 448 Nats: “Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya “ [ayat 26]
Alegori Jawa mengatakan wanita = wani ditata (berani diatur). Mungkin ini adalah sebuah dampak kebudayaan feodal kraton Jawa di masa lalu. Menempatkan wanita berada di posisi belakang para pria. Demikian pula dari segi pembagian perananan. Wanita ditempatkan sebagai pelengkap, bukan pemeran utama dalam berbagai aspek kehidupan. Sangat berbeda dengan kesempatan yang dimiliki kaum pria, yang selalu mendapat tempat terdepan dan terutama.
Kekristenan memandang wanita sebagai sosok yang istimewa. Dia diciptakan Allah sebagai penolong yang sepadan bagi pria. Tentu peranan sebagai penolong bukanlah sebuah peranan yang remeh dan mudah. Sosok penolong biasanya adalah sosok yang lebih kuat dan tangguh daripada yang ditolong. Keberadaannya dibutuhkan sebagai pendamping, bahkan penopang. Dengan demikian, keberadaan dan peranan wanita tidak bisa dipandang remeh dan di nomerduakan.
Sebagai sosok yang memiliki peranan yang penting, wanita haruslah memiliki kepribadian yang baik dan benar. Bukan hanya baik dan ideal dari segi fisik yang nampak dari wajah yang cantik dan tubuh yang sempurna. Tetapi juga memiliki kecantikan batin dan spritualitas. Hal itulah yang membuat harkat dan martabat wanita akan lebih dihargai dan dihormati. Dari batin dan spritualitas yang baik, akan muncul sikap dan tutur kata yang berkualitas. Apa yang keluar dari bibir dan mulutnya adalah kalimat-kalimat berkat dan penuh pengajaran. Sebuah peranan yang tentu tidak mudah.
Seperti itulah impian indah setiap manusia tentang sosok wanita. Dia bukan cuma sekedar sosok di belakang layar dan bersikap pasif. Tetapi mengambil tempat dan posisi yang penting terutama di dalam pembentukan karakter generasi penerus. Nilai-nilai kehidupan yang baik dan benar ditanamkan dengan kelemahlembutan kasih dan tutur kata bijak yang penuh pengajaran. Dengan melakukan peranan yang penting seperti inilah harkat dan martabat wanita akan terjunjung tinggi.[Oka]
“Wanita yang istimewa memiliki hati yang sempurna dan tutur kata yang bijaksana.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar