Jumat, 21 November 2014

Ratu Adil Yang Sejati



Bacaan : Zakharia 14 : 1 – 11  |   Pujian: KJ 285
Nats: “Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya.” [ayat 9]

Banyak orang yang ingin menjadi penguasa. Banyak bangsa yang ingin menguasai bangsa lain untuk menguras sumber daya alam yang dimilikinya atau bahkan menjajah perekonomian bangsa lain. Semuanya itu adalah perwujudan ketamakan manusia. Bila perlu segala cara akan dilakukan agar tujuannya tersebut berhasil. Yang penting adalah “berkuasa”. Orang pintar mengatakannya dengan istilah: “Homo Homini Lupus”, yang artinya adalah: “Manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya.”
Apabila manusia seperti ini dibiarkan berkuasa maka tak pelak lagi bahwa manusia-manusia lainnya hanya akan dijadikan sapi perahan, diexploitasi sedemikian rupa sehingga mereka menjadi “budak” bagi sang penguasa. Penguasa akan membuat hukum menjadi tajam ke bawah tapi tidak ke atas. Artinya hukuman atas kesalahan hanya berlaku bagi mereka yang menjadi rakyat dan tidak berlaku bagi penguasa. Kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin akan semakin melebar.
Bacaan kita menunjukkan visi (penglihatan) yang disaksikan oleh Zakharia, di mana Tuhan Sang Pemilik kehidupan tidak akan berdiam diri saja. Meskipun visi tersebut menggambarkan situasi yang terjadi di Yerusalem (sebagai pusat kerajaan Allah di bumi). Namun pada dasarnya dan pada akhirnya Tuhan Allah sendirilah yang akan menjadi satu-satunya Penguasa di muka bumi ini. Suatu keadaan dimana manusia akan terbebas dari penjajahan dalam pengertian yang sebenarnya, dimana tata kehidupan manusia akan diperbaharui kembali sepenuhnya. Kita dapat membayangkan bagaimana indahnya saat Tuhan Allah sendiri yang menjadi Raja atas dunia ini. Pastilah keadilan akan ditegakkan, kesejahteraan akan terjadi.
Jika kita mendapat mandat menjadi “penguasa” atas sesuatu, kita harus menyadari bahwa di atas kita ada Tuhan Allah Sang Penguasa hidup kita. Sebagai “penguasa” terhadap yang lain, kita juga harus menegakkan keadilan dan mewujudkan kesejahteraan lahir batin bagi semua ciptaanNya. [DK]
“Kekuasaan adalah mandat untuk dipertanggungjawabkan kepada Sang Penguasa satu-satunya.”
http://www.gkjw.web.id/ratu-adil-yang-sejati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar