Kamis, 03 Oktober 2013

Malu Mengakui Dosa

Bacaan : Lukas 7 : 36 – 50
Nats : Ayat 47
Nyanyian : KJ 29
Dosa membuat orang merasa malu. Rasa malu sering menjadi penghalang orang mau mengakui dosanya. Orang pada umumnya merasa malu kalau ketahuan menangis. Orang yang sungguh-sungguh mengakui dosanya dengan penyesalan yang mendalam akan membuat orang itu menangis. Rasa malu membuat orang tidak mau mengakui dosa dan kesalahannya.
Namun perempuan yang mendatangi Tuhan Yesus dalam bacaan kita ini tidak merasa malu menangis. Dia sangat mengharapkan pengampunanNya. Karena itu dia sangat menyesali dosa-dosanya. Tuhan Yesus pasti melihat pengakuan dosanya yang disertai penyesalan yang mendalam. Karena itu, Tuhan Yesus mengampuni dosanya dan menyelamatkan dia.
Perempuan itu menyatakan pertobatannya dengan perbuatan kasih kepada Tuhan Yesus. Dia membasuh kaki Tuhan Yesus dengan air matanya, menyeka kakiNya yang basah dengan rambutnya, dan meminyakinya dengan minyak wangi. Tuhan Yesus dengan penuh kasih menerima pertobatannya, pengakuan dosanya.
Pertobatan atau pengakuan dosa untuk mendapatkan pengampunanNya itu harus dilanjutkan perbuatan kasih. Sering terjadi pertobatan dan pengakuan dosa yang dilanjutkan dengan pengulangan perbuatan dosa. Orang yang sungguh-sungguh menyesali dosa dan kesalahannya, yang tidak malu-malu mengakuinya, pasti akan lebih terdorong untuk menindaklanjuti pengakuannya dengan perbuatan kasih, dengan ketaatan.
Tuhan bisa melihat dengan pasti setiap orang apakah dia dengan sungguh-sungguh mengakui dan menyesali dosanya. Tentu hanya orang yang dengan sungguh-sungguh dan menyesal serta bersedia berbuat kasih dan taat yang pertobatan / pengakuan dosanya diterima oleh Tuhan, diampuniNya. Mari dengan sungguh-sungguh setiap kali kita mengakui dosa kita, bukan sekedar berucap. [ST]
Lebih baik malu tetapi diampuni, sebab pengampunan itu menyelamatkan dan menentramkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar