Kamis, 23 Oktober 2014

Bertumbuh Dalam Penganiayaan

Bacaan : Lukas 13 : 31 – 35  |  Pujian: KJ 341
Nats: “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu!” [ayat 34a]

Kuasamu dan namaMu-lah hendak kami sebar…dan karna itu ya Tuhan kami takkan gentar… Demikianlah bunyi dari sepenggal syair pada bagian awal lagu yang berjudul “Kuasamu dan NamaMu-lah.” Apabila kita menyanyikan lagu ini dengan penuh khidmat, rasanya ada semangat dan kekuatan yang tumbuh menjalar di dalam hati kita. Saya jadi membayangkan bagaimana perjuangan orang-orang Kristen yang hidup di wilayah-wilayah yang penuh konflik. Di sana kekristenan seolah-olah menjadi musuh nomor satu bagi semua orang yang memiliki latar belakang agama, ideologi bahkan kepentingan yang berbeda dengan semangat yang diajarkan Kristus.
Saya mencoba berfikir di dalam hati. Mencoba mencari tahu tentang apa maksud Tuhan Yesus dengan mengatakan apa yang disampaikanNya dalam nats bacaan kita di atas. Pencarian saya berhenti pada sebuah temuan yang mengejutkan. Selain Tuhan Yesus, setidaknya ada beberapa orang murid Kristus yang mati di Yerusalem, diantaranya adalah Yakobus anak Zebedeus  yang mati dipenggal atas perintah Herodes Agripa pada tahun 44M (Kis 2:12). Yakobus saudara Tuhan Yesus dan Stefanus yang mati dirajam dengan batu serta Matias murid yang dipilih menggantikan posisi Yudas Iskariot (Kis 1:15-26) yang mati karena dirajam dan akhirnya dipenggal. Fakta sejarah ini mungkin menggentarkan hati kita. Tetapi sejarah juga mencatat bahwa di bawah penindasan, ancaman dan penganiayaan justru kekristenan bertumbuh. Siapa yang mampu menumbuhkannya? Kalau bukan Allah sendiri yang berkarya, pasti kita tidak akan mampu bertahan.
Kasih Allah pada dunia ini begitu besar dan pengorbanan Kristus adalah bukti nyata dari semuanya. Demikian pula pengorbanan para Rasul dan martir yang mati dalam perjuangannya mengabarkan Injil patutlah kita hargai. Perjuangan mereka telah membawa kesukacitaan ke dalam hidup manusia yang berdosa. Perjuangan seperti itu kiranya menyemangati hidup kita di tengah kesulitan, sehingga iman kita terus tumbuh. Amin. [DK]
Dunia akan menjadi lebih indah bila kita hidup dalam perjuangan untuk perdamaian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar