Jumat, 31 Oktober 2014

Sikap Sederhana



Bacaan : Lukas 16 : 1 – 9  |  Pujian: KJ 357
Nats: “Ikatlah persahababatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima dalam kemah abadi.” [ayat 9]
“Aku yang dulu bukanlah yang sekarang,
dulu ditendang, sekarang ku disayang
Dulu dulu dulu ku menderita, sekarang aku bahagia…”
Ini adalah sepenggal lagu yang dinyanyikan oleh Tegar, penyanyi cilik mantan pengamen Subang yang kemudian sukses meramaikan dunia musik Indonesia. Lagu yang dinyanyikannya ini menggambarkan pengalamannya sendiri bagaimana nasibnya berubah. Dulu sebagai pengamen ia sering ditolak namun setelah rekaman ia sekarang disayang. Dulu hidup serba kekurangan tapi sekarang kaya raya. Dulu menderita sekarang bahagia. Ah…betapa uang berkuasa mengubah hidup manusia!
Masalah yang berkaitan dengan uang inilah yang juga dibahas Tuhan Yesus dalam perumpaan Bendahara yang tidak jujur. Memang perumpamaan ini termasuk perumpamaan yang sulit untuk ditafsirkan. Banyak orang bertanya apakah memang Tuhan Yesus meminta kita untuk “korupsi” seperti yang dilakukan oleh bendahara yang tidak jujur itu? Oh, tentu tidak! Melalui perumpamaan ini Tuhan Yesus ingin menunjukkan bagaimana seharusnya kita memperlakukan mamon (bahasa Kasdim yang berarti kekayaan atau keuntungan). Tapi, memang kata “mamon” seringkali bermakna negatif terutama saat pengabdian pada Allah diletakkan berlawanan dengan mamon (Mat 6: 24). Perumpamaan ini tidak hendak melarang orang Kristen berlimpah harta. Namun Ia mengingatkan kita untuk menggunakan harta yang dipercayakan kepada kita dengan bijaksana. Jangan kalah cerdik dari “anak dunia”! Tapi sebagai “anak terang” kita diminta untuk memberkati sesama dengan harta yang kita punya. Nama Tuhan bisa dimuliakan melalui harta kita, jika kita menggunakannya dengan cerdik dan bijak.
Tak usah menunggu kaya raya untuk berbagi! Tak usah menunggu kecukupan untuk memberi! Seberapapun harta yang kita punya itu adalah berkat dan kepercayaan dari Tuhan. Karena itu, muliakanlah Tuhan dengan pemberianNya. Selamat berbagi dan memberi. [Rhe]
Hidup ini tidak boleh sederhana. Yang harus sederhana adalah sikapnya. Sehingga jika semakin besar yang anda inginkan, harus semakin sederhana sikap anda.  (Mario Teguh)
http://www.gkjw.web.id/sikap-sederhana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar