Senin, 15 Desember 2014

Memangnya Kamu Siapa ?



Bacaan : Matius 21 : 23 – 27  |   Pujian: KJ 46
Nats: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan  hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” [ayat 23c]

Pernahkah kita mendapat teguran, peringatan dan nasehat dari orang yang tidak kita kenal sebelumnya? Apa reaksi kita? Mungkin akan berterimakasih, tetapi tidak jarang pula malah merasa jengkel. Bahkan mungkin balik bertanya: “Memangnya kamu siapa???” Bukankah itu artinya kita telah menjadi kehilangan manfaat dan nilai-nilai kebenaran dari teguran dan nasehat yang kita terima, persis pada saat kita mempertanyakan: “Memangnya kamu siapa???”
Perbincangan antara Tuhan Yesus dengan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di Bait Allah memang sungguh menarik untuk disimak. Didorong oleh kejengkelan, maka mereka mempertanyakan kejadian yang terjadi pada hari sebelumnya (Mat 21:12-17), yakni tentang siapa yang memberikan wewenang kepada Kristus untuk mengusir mereka yang berdagang di halaman Bait Allah (ay.12) serta menyembuhkan mereka yang buta dan timpang (ay.14)?
Apa yang dilakukan Tuhan Yesus seolah-olah telah melecehkan wewenang yang mereka miliki sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas pengelolaan Bait Allah. Apalagi Tuhan Yesus berani membongkar praktek jual-beli di halaman Bait Allah yang tentu saja terjadi atas seizin mereka. Kemarahan dan kejengkelan para imam kepala, membuat mereka tidak lagi mampu melihat dengan kacamata imannya dan mempertanyakan: Atas kuasa apa Tuhan Yesus bekerja? Akan tetapi yang lebih menarik adalah justru Tuhan Yesus mencoba mengingatkan mereka dengan sebuah pertanyaan: “Dari manakah baptisan Yohanes?” Mungkin mereka tidak tahu atau bahkan sebenarnya mereka tahu jawabannya.
Perasaan egois seringkali menjadi penghalang bagi mereka, dan juga kita. Egoisme membutakan diri kita untuk mengenali dan melihat bahwa Tuhan Allah dapat berkarya melalui siapa saja yang ada di sekitar kita untuk memperbaiki kehidupan kita. Mari kita dengan rendah hati, menajamkan “pancaindera” kita untuk mampu menangkap karya Allah yang sedang berkarya di tengah-tengah kehidupan kita. Amin. [DK]
Hidup bukanlah peduli dipermulaan saja, tapi seberapa besar kepedulian kita sampai akhir.
http://www.gkjw.web.id/memangnya-kamu-siapa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar