Sabtu, 26 Mei 2012

Gagal Itu Biasa


Bacaan    :  Yohanes 21: 20-25
Pujian : KJ 292:1-3
Nats: “…. Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.” (ayat 23)
Beberapa waktu lalu tim sepak bola Indonesia kalah 10-0 dengan Bahrain. Kekalahan terbesar sepanjang sejarah dan belum pernah terjadi dalam tim Indonesia. Setelah kejadian tersebut, banyak liputan media dan diskusi yang membahas kekalahan ini. Ada yang menganalisa kekalahan akibat tebang pilih pemain oleh PSSI, yang hanya mengakui pemain yang bermain di Liga Premier Indonesia. Ada juga yang menganalisa bahwa ada kepentingan politik di balik kekalahan ini. Masih banyak lagi analisa lain tentang kekalahan ini, seolah semua ingin mencari tahu dengan pasti faktor pemicu kekalahan Indonesia. Namun dengan kekalahan ini, apakah sepak bola di Indonesia akan berhenti?
Petrus, juga memiliki rasa keingintahuan yang tinggi tentang apa  yang akan dilakukan oleh Tuhan Yesus terhadap murid yang mengkhianati-Nya. Tetapi Tuhan Yesus memberikan jawaban bahwa itu bukanlah urusan Petrus, karena tugas Petrus hanyalah sebagai pengikutNya.
Seringkali, kita tidak sabar untuk mencari tahu apa yang Tuhan kehendaki atas kehidupan kita, saat kita diperhadapkan dengan kekalahan, kegagalan, patah hati, sakit penyakit. Tetapi melalui perikop ini kita boleh diingatkan kembali bahwa Tuhan Allah pasti mempunyai rencana yang baik atas kehidupan kita. Lebih dari sekedar cara Tuhan Yesus memelihara kehidupan murid yang berkhianat, demikianlah hidup kita akan diperhatikan dengan sangat baik oleh Allah, karena kita sudah mengikut jalan Kristus.
Ada kalanya kita akan mengalami kekalahan, gagal panen, tidak jadi menikah, kehilangan pekerjaan atau tidak kunjung dapat pekerjaan, dan banyak kejadian lain yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Namun, bukan berarti hidup berhenti jika kita gagal. Karena pengharapan dan kekuatan dari Sang Kristus senantiasa ada bersama dengan kita. [Njol]
“Kegagalan bukan akhir segalanya, karena pemeliharaan Tuhan Yesus senantiasa menopang kita”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar